MENU
 
 
29 July, 2010
 
 
Untitled Document
   
 
 
Untitled Document
 
Random HTML "Whatever you can do or dream you can, begin it. Boldness has genius, power, and magic in it. Begin it now"...--by Myles Munroe--
 
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
SHOUTBOX
Name:
eMail:
Message:
     
 

Sejarah APED Project

Latar Belakang

Berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias pascabencana tsunami maupun pelbagai rencana yang mendukung perjanjian damai Helsinki lebih berkenaan dengan tindak dan program jangka pendek dengan masa laku terbatas yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan memungkinkan penyintas untuk kembali menjalani kehidupan normal. Sekarang yang dibutuhkan adalah upaya-upaya besar untuk memaksimalkan faedah dari investasi dalam program-program pemulihan tersebut dan untuk membangun dasar ekonomi yang ajek untuk kesejahteraan jangka panjang.

Pendekatan proyek.

APED bertujuan untuk memacu pembangunan ekonomi dengan membangun dan memberdayakan kemitraan-kemitraan publik-swasta untuk menggalakkan sentra-sentra kegiatan ekonomi yang berkenaan dengan komoditi ekspor. Pendekatan ini sudah dikembangkan dan diuji di daerah lainnya di Indonesia. Pendekatan ini didasarkan pada dua asas pokok yang berkenaan dengan strategi pembangunan ekonomi dan pemberdayaan pemangku kepentingan untuk melaksanakan strategi tersebut.

Strategi.

Tujuan dari strategi pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:

  1. Menerapkan pada perencanaan ekonomi dan pembangunan daerah pendekatan yang berorientasi pasar (market driven) alih-alih berorientasi suplai (supply oriented), yang umumnya diterapkan di Indonesia.
  2. Menggalakkan pembangunan ekonomi berdasarkan pada ekspor produk-produk lokal ke pasar di luar daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah.
  3. Memfokus pada sentra-sentra kegiatan ekonomi yang berkenaan dengan komoditi unggulan ekspor, meliputi seluruh rantai suplai dari produsen pertama sampai pasar akhir.
  4. Menautkan produsen-produsen kecil ke pasar yang lebih luas lewat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar.

Kriteria Pemilihan Sentra.

Walaupun APED akan memulai dengan sentra kopi, pilihan untuk menambah jumlah sentra akan ditentukan lewat konsultasi publik dan kajian lebih lanjut atas usul-usul yang sudah dikembangkan oleh pihak lain. Biasanya, pemilihan sentra dilakukan berdasarkan kriteria yang mencerminkan:

  1. Potensi permintaan eksternal dan pertumbuhan ajek pada masa depan
  2. Potensi menggandakan pendapatan awal hasil ekspor ke dalam siklus pengeluaran dan pemasukan lanjutan yang menguntungkan rumah-rumah tangga di daerah
  3. Potensi melibatkan usaha-usaha kecil, meningkatkan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja, dan
  4. Minat potensial dalam masyarakat pengusaha untuk memajukan sentra.

Karena situasi dan kondisi khusus di Aceh, maka akan dipertimbangkan tiga kriteria tambahan:

  1. potensi melibatkan rumah-rumah tangga miskin, mereka yang menjadi korban bencana alam yang belum lama terjadi, dan eks kombatan yang ingin melakukan reintegrasi menyusul ditandatanganinya perjanjian damai
  2. potensi merevitalisasi kegiatan produksi dan usaha di daerah yang terkena dampak bencana alam dan konflik, dan
  3. potensi melengkapi program-program pemulihan berdukungan BRR, BRA, pemerintah daerah, donor dan organisasi lainnya.

Pemberdayaan Pemangku Kepentingan

APED juga berupaya untuk menciptakan dan memberdayakan kemitraan-kemitraan publik-swasta dalam rangka mempromosi tiap sentra. Hal ini dilandasi pada pemikiran bahwa masyarakat yang mencari penghidupan dari kegiatan ekonomi memiliki kemampuan terbaik untuk mengkaji peluang dan kendala yang terdapat pada industri. Tiap kemitraan akan memuat perwakilan dari pemerintah, swasta, produsen kecil serta pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam sentra atau industri. Kemitraan akan bekerja pada tataran provinsi, dengan cabang-cabang di masing-masing kabupaten peserta, yang berhubungan ke kelompok-kelompok produsen kecil di kecamatan.

Tugas kemitraan adalah memunculkan gagasan-gagasan untuk memacu produksi, perniagaan dan pemasaran komoditi-komoditi sentra, memobilisasi materi yang diperlukan, sumber daya keuangan maupun kelembagaan, dan bekerja sama dengan organisasi lainnya dalam menyelenggarakan berbagai rencana dan prakarsa.

Sasaran membangun kemitraan-kemitraan ini bukan semata-mata untuk memfasilitasi diskusi, tetapi juga untuk memberdayakan pemangku kepentingan untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan. Untuk mencapai hal ini:

  1. Kemitraan akan diketuai bersama oleh seorang wakil dari pemerintah dan seorang wakil dari luar pemerintahan yang mampu menerjemahkan kepentingan bisnis dari para pemangku kepentingan yang terlibat dalam sentra
  2. Peserta akan mengangkat komite pelaksana yang mewakili kelompok-kelompok kepentingan utama untuk merumuskan usul dan mengambil keputusan
  3. Rapat kemitraan dengan komite pelaksana akan diadakan secara berkala
  4. APED akan mengalokasikan dana kepada kemitraan untuk mempromosikan sentra
  5. Kemitraan, atau komite pelaksana, akan menetapkan penggunaan dana tersebut.
 

klik untuk memperbesar

 

 
 
 
Untitled Document
bulettine
 

 


TELAH TERSEDIA:

BUKU PANDUAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN
KOPI ARABIKA GAYO

 PENERBITAN BUKU PANDUAN INI
TERLAKSANA BERKAT KERJASAMA ANTARA:

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
Aceh Partnerships for Economic Development
BAPPEDA PROVINSI NAD
UNDP
Forum Kopi Aceh

Informasi lebih lanjut mengenai Buku Panduan ini, dapat menghubungi :
APED Office:  0651 - 21064

----------------------

 

 

 
bottom
 
 
Untitled Document
 
aceh tengah
PNM
 
 
 
 
Aped project menerima sumbangan artikel berupa hasil penelitian, laporan dan sebagainya yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi lokal, ataupun tulisan lain yang berhubungan dengan pengembangan kopi, kakao, karet dan komoditi lainnya. Kirimkan tulisan Anda berserta dengan biodata penulis & foto diri ke email redaksi@aped-project.org
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
   
 
 
aped project@2007