MENU
 
 
29 July, 2010
 
 
Untitled Document
   
 
 
Untitled Document
 
Random HTML "Kebanyakan orang mencapai keberhasilan terbesar mereka satu langkah setelah apa yang kelihatannya seperti kegagalan terbesar mereka"...--by Brian Tracy--
 
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
     
 

SEKILAS KEGIATAN APED 2007-2008

KLUSTER KOPI

Wilayah Kluster Kopi
Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam yang terletak didataran tinggi Gayo. Dengan ketinggian ¬rata-rata 1.200 dpl, kedua kabupaten ini sangat cocok untuk ditanami kopi jenis Arabika. Maka tidak heran jika mayoritas penduduk di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah berprofesi sebagai petani kopi, ini terbukti dengan luas lahan produktif yang dimiliki masyarakat seluas + 42.000 ha.

Data dari Dinas Perkebunan tahun 2005 menyebutkan bahwa kopi merupakan salah satu sektor pertanian penting di Aceh dan merupakan komoditi ekspor kedua setelah minyak dan gas selain itu juga kopi Aceh merupakan komoditi pertanian yang memberikan konstribusi besar kedua setelah kelapa sawit bagi PDRB daerah.

Dari hal tersebut diatas, maka sejak tahun 2007 APED berkonsentrasi penuh membangun kluster kopi di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan melaksanakan inisiasi dari Forum Kopi Aceh yang telah terbentuk.

Adapun inisasi Forum Kopi Aceh yang telah dicapai adalah sebagai berikut:
 
Melakukan Uji Varietas Kopi Gayo
Sejak September 2007, APED bersama Pusat Penelitian Kopi-kakao (Puslit) Indonesia Jember, BPTP NAD dan KPG Bener Meriah telah melakukan penelitian uji varietas kopi Gayo. Kegiatan penelitian mencakup wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Penelitian menitik beratkan pada :
- Pengamatan varietas berdasarkan ketinggian tempat.
- Analisa tanah
- Ketahanan terhadap hama penyakit tanaman
- Pengolahan pasca panen
- Uji citarasa
- Pengiriman sample ke pembeli kopi baik lokal maupun internasional.

Kegiatan uji varietas ini telah selesai dilakukan dengan ditemukan tiga varietas harapan yaitu :
1. Bor-Bor
2. Tim-Tim
3. P 88

Dari hasil penelitian ini, tindak lanjut yang APED lakukan adalah dengan membentuk tim perumus yang dikoordinir oleh BPTP NAD dan dibantu oleh para pakar kopi, dinas terkait dan juga pihak universitas.

Tim yang telah terbentuk ini akan mendaftarkan ketiga varietas harapan tersebut ke Departemen Pertanian agar varietas ini menjadi varietas yang legal untuk dibudidayakan di Indonesia pada umumnya dan di Dataran Tinggi Gayo pada khususnya.

Selain itu juga, untuk mendapatkan masukkan yang independent terhadap varietas harapan yang telah diteliti ini dan juga sebagai salah satu usaha promosi kopi Gayo kepasar lokal dan internasional, maka pada bulan Oktober 2008,  APED mengirim ketiga varietas harapan tersebut untuk mengikuti kontes Kopi Spesialti Indonesia yang diadakan oleh Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) dan Puslit Kopi-Kakao Indonesia di Jakarta.
Dari  40 varietas kopi spesialti seluruh Indonesia yang mengikuti kontes kopi ini, para panelis yang terdiri dari Puslit Kopi-Kakao Indonesia dan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) serta para panelis dari Jepang, Brazil dan Jerman menetapkan kopi Bor-Bor  (A 58), sebagai Juara III dengan total score 92.20.

Pembuatan Buku Panduan Kopi Gayo
APED bersama Puslit Kopi Kakao Indonesia-Jember dan konsultan kopi Internasional serta Kebun Percobaan Gayo (KPG) Bener Meriah telah menyusun buku Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo.

Lokakarya yang membahas draft dari buku panduan yang akan diterbitkan ini telah dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholder kopi baik itu dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, kalangan universitas, pakar kopi dan lembaga swadaya masyarakat lainnya. Masukan dari para peserta terhadap draft buku panduan sangat bermanfaat demi kesempurnaan buku ini.

Buku Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo saat ini dalam tahap pencetakan, dijadwalkan pertengahan bulan Februari 2009 akan segera didistribusikan kepihak-pihak terkait dalam industri kopi di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Rehabilitasi Lahan Terlantar
Rehabilitasi kebun kopi terlantar juga merupakan inisiasi dari Forum Kopi Aceh. Untuk melaksanakan inisiasi tersebut, APED memfasilitasi kegiatan BRR untuk merehabilitasi sebahagian lahan kopi terlantar di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Infrastruktur
APED memfasilitasi kegiatan infrastruktur, BAPPEDA NAD telah merencanakan perbaikan infrastruktur jalan .
- Takengon-Bireuen pada anggaran 2008
- Takengon–Aceh Utara pada anggaran 2008

Selain melaksanakan inisiasi dari Forum Kopi Aceh tersebut,  APED juga telah melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka penguatan sektor kopi  di Aceh Tengah dan Bener Meriah seperti :

KEMITRAAN
Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Pada bulan Oktober dan Desember 2007, APED bermitra dengan Dinas Perkebunan Aceh Tengah dan Bener Meriah melakukan pelatihan untuk para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di masing-masing kabupaten.

Pada bulan Desember 2007, APED bermitra dengan Dinas Perkebunan Aceh Tengah melaksanakan kegiatan Lomba Usaha Tani. Berbagai kegiatan dalam Lomba Usaha Tani ini seperti Lomba Dinamika Kelompok Tani yang diikuti oleh kelompok tani terbaik dari 14 kecamatan di Aceh Tengah dan juga kegiatan Bincang Bisnis Kopi Gayo yang melibatkan seluruh pelaku bisnis kopi dari Aceh Tengah dan Bener Meriah.

PENGUATAN PETANI KOPI
Berkolaborasi dengan program UNDP lainnya, pada bulan November 2007, APED membantu menyalurkan peralatan pertanian untuk petani kopi di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Jumlah para penerima manfaat dari program bantuan ini sebanyak lebih kurang 5.500 petani.

PENGUATAN KOPERASI KOPI
Untuk mendekatkan koperasi ke pasar internasional, APED melaksanakan program modifikasi supply chain  yang mana kegiatan ini melibatkan konsultan Swisscontact dan Winrock International.
Dengan difasilitasi sepenuhnya oleh APED, Swisscontact dan Winrock International pada bulan Desember 2007 mulai melaksanakan kegiatan penguatan koperasi  dan sebagai penerima manfaat dari program ini adalah koperasi Gayo Mountain Cooperative di Kabupaten Bener Meriah.
Adapun kegiatan ini meliputi :
Pembuatan dryng cover, cuping station, bak fermentasi, pengadaan alat-alat kantor dan mobil operasional koperasi serta melakukan pelatihan-pelatihan dan pengurusan sertifikasi fair trade.

AKSES KEUANGAN
Permodalan merupakan komponen penting dalam upaya pengembangan koperasi. Salah satu upaya dalam mengakses permodalan, pada bulan Februari 2008 APED memfasilitasi kunjungan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Banda Aceh untuk bertemu dengan para stakholder kopi di Aceh Tengah.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, pada bulan Agustus 2008, PT. PNM dan KBQ Baburrayan Aceh Tengah melakukan penanda tanganan akad kredit tahap pertama.

AKSES PASAR
Promosi terhadap komoditi kopi Aceh Tengah dan Bener Meriah terus APED lakukan. Pada bulan Maret 2008 APED mengundang ED & FMan Singapore  yang merupakan perusahaan internasional pembeli komoditi kakao dan kopi untuk melihat peluang bisnis kopi di Aceh Tengah dan Bener Meriah, kehadiran ED & FMan disambut baik oleh stakeholder kopi di Gayo.

Selain itu juga, untuk tujuan promosi kopi Aceh, pada bulan Juli 2008 APED, Forum Kopi Aceh dan AEKI ikut serta dalam kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Banda Aceh dengan memamerkan kopi jenis Arabika dan Robusta.
 
PERLINDUNGAN INDIKASI GEOGRAFIS KOPI GAYO
Indikasi Geografis (IG) adalah upaya memberi status hukum terhadap produk  andalan yang mempunyai karakteristik dan kekhasan yang disebabkan kondisi geografis alam dan manusianya yang tidak terdapat ditempat lain.

Untuk mempalajari tahapan perlindungan IG, APED beserta stakeholder kopi melakukan studi ke Bali. Tujuan studi ke Bali dikarenakan Bali telah terlebih dahulu mendaftarkan produk kopi Arabika Kintamani untuk perlindungan indikasi geografis.

Upaya terciptanya perlindungan IG di Aceh Tengah dan Bener Meriah terus APED lakukan dengan secara rutin mengadakan diskusi dan pertemuan baik itu bersama Pemda Aceh Tengah dan Pemda  Bener Meriah maupun seluruh para stakholder kopi.
 
Kegiatan lain dalam mendukung IG adalah memfasilitasi kunjungan staf Dirjen HKI, Departemen Hukum dan HAM RI ke Aceh Tengah dan Bener Meriah  dan juga mengadakan workshop IG yang menghadirkan ketua tim ahli indikasi geografis Indonesia.

PENYEBARAN INFORMASI
SMS Harga Kopi
Dengan tujuan untuk transparansi harga kopi di pasaran lokal Aceh Tengah dan Bener Meriah, maka sejak bulan September 2007 APED bekerjasama dengan beberapa pembeli besar kopi di kedua kabupaten tersebut menjalankan sebuah program yang diberi nama SMS HARGA KOPI.
Informasi harga kopi ini dilakukan dengan menyebar via SMS harga kopi asalan dan gabah setiap hari Selasa kepada beberapa pengurus kelompok tani dan juga ke para petani kopi di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Website, Newsletter & Banner
Kegiatan yang telah dilakukan untuk menyebarkan informasi tentang kegiatan APED dan untuk sosialisasi program-program kerjanya adalah:

  1. Membuat website internet yang telah bisa diakses sejak bulan September 2007.
  2. Menyediakan setiap quarter newsletter yang berisikan informasi kegiatan APED yang mana newsletter ini didistribusikan pada seluruh stakholder di wilayah kerja APED. 
  3. Menyebarkan spanduk ke seluruh Kabupatan Aceh Tengah dan Bener Meriah. Informasi yang disampaikan dalam spanduk tersebut antara lain tentang pentingnya pemilihan varietas yang tepat dan juga pentingnya buku panduan budidaya kopi di dataran tinggi Gayo.

PENGUATAN FORUM KOPI ACEH
APED terus mengawal Forum Kopi Aceh menuju Forum Kopi Aceh yang mandiri dan berkelanjutan. Dari tahun 2007 APED secara rutin memfasilitasi pertemuan-pertemuan Forum Kopi Aceh baik itu pertemuan executive committee maupun pertemuan besar yang melibatkan seluruh pelaku bisnis kopi di Aceh.

Dengan pembinaan dan konsultasi secara terus menerus bersama APED, Forum Kopi Aceh saat ini telah memiliki struktur pengurus dan juga pada bulan Agustus 2008 telah terdaftar di notaris Aceh Tengah sebagai lembaga non profit yang legal. Upaya ini merupakan salah satu jalan menuju Forum Kopi Aceh yang mandiri.

Untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya para executive committee Forum Kopi Aceh, beberapa kegiatan yang telah APED lakukan seperti :

  1. Memfasilitasi studi banding ke Puslit Kopi dan Kakao Jember pada bulan Juni 2007.
  2. Memfasilitasi  studi banding ke Bali dalam rangka mempelajari Indikasi Geografis pada bulan Juni 2008.
  3. Mengirim pengurus Forum Kopi Aceh untuk mengikuti pelatihan Q-Grade di Jakarta pada bulan Januari 2009

Untuk kegiatan perlindungan Indikasi Geografis. Forum Kopi Aceh telah mendapat mandat dari Bupati Aceh Tengah untuk melakukan sosialisasi IG dan juga mendaftarkan kopi gayo untuk dilindungi secara geografis.

-----------------------------------------------------------

KLUSTER KAKAO

Wilayah Kluster Kakao
Wilayah Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tenggara menjadi daerah konsentrasi APED dalam membangun kluster kakao Di Nanggroe Aceh Darussalam.

Kegiatan APED  dalam Pengembangan Kakao NAD

SOSIALISASI
Sebagai upaya untuk menyamakan visi dan juga pemahaman yang jelas terhadap pentingnya pengembangan komoditi kakao di NAD dengan membentuk sebuah forum bersama, maka pada bulan Oktober 2007 APED memulai sosialisasi pembentukan forum kakao.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, Kabupaten Pidie Jaya menjadi daerah pertama yang dikunjungi APED. Dihadapan Bupati  Pidie Jaya (Drs. H. Salman Ishak, Msi) serta dinas terkait lainya, APED mempresentasikan pentingnya forum kakao yang akan di bentuk.

Pada bulan November 2007 bertempat di pendopo Bupati Bireuen, dihadapan Bupati Bireuen (Tgk. Drs.H. Nurdin AR) dan para pejabat dinas terkait,  APED mempresentasikan  pentingnya forum kakao untuk wilayah Kabupaten Bireuen.

Sosialisasi lanjutan kembali dilakukan untuk wilayah Aceh Utara. Pada bulan Desember 2007 APED kembali mempresentasikan pentingnya forum kakao dihadapan wakil Bupati Aceh Utara (Syarifuddin SE) , dinas terkait lainnya, pihak perbankan dan juga Kadin Aceh Utara.

PEMBENTUKAN FORUM KAKAO ACEH
Pada bulan Juni 2008, APED mengundang seluruh stakeholder kakao di Aceh untuk membahas berdirinya Forum Kakao Aceh dan juga merancang program pengembangan kakao Aceh kedepan.
Pada pertemuan tersebut terpilih 15 orang sebagai anggota formatur executive committee Forum Kakao Aceh.

KEMITRAAN
Untuk meningkatkan sumber daya manusia para petugas penyuluh lapangan. Pada bulan Desember 2007 bertempat di aula Bappeda lhokseumawe. APED beserta Dinas Perkebunan Aceh Utara melakukan pelatihan kakao bagi para petugas penyuluh lapangan untuk 8 Kabupaten sentra kakao di NAD.

AKSES PASAR
Upaya mempromosikan kakao Aceh ke pasar internasional telah APED lakukan dengan melakukan pendekatan pada pembeli kakao internasional seperi ARMAJARO, OLAM Int dan ARAMIKO.

Selain itu APED juga telah memfasilitasi pertemuan antara WORLD COCOA FOUNDATION dengan pemerintah propinsi NAD. Pertemuan ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Asisten Keistimewaan Aceh, Pembangunan dan Ekonomi Provinsi NAD.


KOLABORASI KEGIATAN 
APED berkolaborasi dengan GTZ dalam rangka pengembangan komoditi kakao di Nanggroe Aceh Darussalam.
Kemitraan antara APED dan GTZ ini merupakan upaya untuk menghindari tumpang tindihnya kegiatan pengembangan kakao di Aceh. Dengan pola kemitraan berbagi peran dan saling berkaitan untuk tujuan yang sama ini diharapkan dapat meningkatkan mutu produksi kakao dan juga dapat meningkatkan sumber daya manusia khususnya para petani kakao.

Adapun kegiatan bersama GTZ yang telah APED lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Membangun unit penggolah biji kakao beserta peralatan pendukung lainnya
  2. Membangun kantor koperasi kakao organik
    Melakukan pelatihan fermentasi biji kakao untuk para petani kakao di Pidie dan Pidie Jaya pada bulan Desember 2008.
  3. Melakukan pelatihan Manajemen Koperasi dan Pembukuan untuk para pengurus koperasi Aceh utara, Pidie dan Pidie Jaya pada bulan Januari 2009
  4. Memfasilitasi kunjungan pembeli kakao internasional (ZOTTER Austria) ke wilayah Pidie dan Pidie Jaya pada bulan Februari 2009.

 -----------------------------------------------------------

PENELITIAN TERHADAP KLUSTER KOMODITI UNGGULAN LAINNYA

KLUSTER KARET
Sejak Januari – Maret 2008 APED merekrut DR. Than Bok Thiam dari Malaysia sebagai konsultan internasional untuk melakukan studi tentang potensi karet di propinsi NAD.
Pemaparan hasil studi dari Than Bok Thiam juga telah APED lakukan dengan mengadakan workshop sehari bertemakan potensi pengembangan karet di Aceh pada bulan Maret 2008 di Aceh Barat.
Dalam studinya, Than Bok Thiam menyimpulkan 5 kegiatan pokok dalam pengembangan karet yaitu promosi penanaman karet, promosi penjualan langsung kepada pabrik, peternakan skala kecil dalam kebun karet, pembibitan dan pembangunan pabrik pengolah karet.

KLUSTER PETERNAKAN
Sejak November 2007 sampai Januari 2008 APED merekrut Noel Haug dari Australia sebagai konsultan internasional untuk melakukan survey potensi peternakan di NAD.
Seminar hasil penelitian juga telah APED adakan pada bulan Januari 2008 di Aceh Besar.
Adapun beberapa point penting dalam penelitian ini untuk pengembangan peternakan di NAD. yaitu:

  1. Peternakan sapi model Feedlot
  2. Fattening
  3. Breeding
  4. Model kemitraan yang melibatkan koperasi, pemerintah daerah, investor dan para peternak kecil.

KLUSTER PERIKANAN
Sejak Januari sampai Maret 2008 APED juga merekrut DR. Mike Philip sebagai konsultan internasional untuk melakukan penelitian potensi perikanan di daerah NAD.
Seminar hasil penelitian dilakukan oleh DR. Mike Philip pada bulan Maret 2008 di Banda Aceh. Seminar hasil tersebut menyimpulkan bahwa:

 

  1. Aceh berpotensi dalam pengembangan perikanan seperti udang, ikan ari payau, ikan air tawar dan berbagai spesies pesisir.
  2. Perlu adanya perbaikan infrastruktur
  3. Perlu adanya permodalan
  4. Akses Pasar
  5. Dukungan kebijakan untuk menunjang sektor perikanan.

(APED FILE)

 
 
Untitled Document
bulettine
 

 


TELAH TERSEDIA:

BUKU PANDUAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN
KOPI ARABIKA GAYO

 PENERBITAN BUKU PANDUAN INI
TERLAKSANA BERKAT KERJASAMA ANTARA:

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
Aceh Partnerships for Economic Development
BAPPEDA PROVINSI NAD
UNDP
Forum Kopi Aceh

Informasi lebih lanjut mengenai Buku Panduan ini, dapat menghubungi :
APED Office:  0651 - 21064

----------------------

 

 

 
bottom
 
 
Untitled Document
 
aceh tengah
PNM
 
 
 
 
Aped project menerima sumbangan artikel berupa hasil penelitian, laporan dan sebagainya yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi lokal, ataupun tulisan lain yang berhubungan dengan pengembangan kopi, kakao, karet dan komoditi lainnya. Kirimkan tulisan Anda berserta dengan biodata penulis & foto diri ke email redaksi@aped-project.org
 
 
 
 
 
   
   
   
   
   
 
 
 
   
 
 
aped project@2007