MENU
 
 
9 September, 2010
 
 
Untitled Document
   
 
 
Untitled Document
 
3.jpg
 
 
 
Untitled Document
 
Random HTML “Orang-orang yang sehat dan bahagia adalah mereka yang menghadapi kenyataan-kenyataan hidup mereka secara langsung. Namun tidak berharap hal itu berubah secara langsung”
 
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

:. NEWS
 
INDIKASI GEOGRAFIS KOPI GAYO RESMI DIDAFTAR
16 December 2009 Jam 20:31

“Masyarakat dataran tinggi Gayo umumnya dan Aceh Tengah pada khususnya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berusaha mewujudkan adanya perlindungan kopi Arabika untuk kopi Gayo, dengan secara resmi hari ini (15/12/09) permohonan untuk perlindungan indikasi geografis kopi Arabika Gayo didaftar” demikian ucapan Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM., pada acara pertemuan forum kopi Aceh XVI.

Kegiatan pertemuan Forum Kopi Aceh XVI yang di fasilitasi oleh APED-UNDP ini berlangsung di ruang pertemuan hotel Mahara Aceh Tengah dengan dihadiri oleh Anggota Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG), BPTT Aceh, tim Indikasi Geografis Nasional, Ditjen HKI, UNDP, Bappeda Aceh dan para masyarakat serta pengusaha kopi  Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues.

Agenda pertemuan Forum Kopi Aceh kali ini adalah pendaftaran kopi Arabika Gayo ke Ditjen HKI serta presentasi draft buku persyaratan indikasi geografis (IG) kopi gayo yang disusun oleh konsultan indikasi geografis, Ir. Aditiawarman H. Olii, SP., M.Sc. 
Pada sesi presentasi, Aditiawarman, mengatakan bahwa penyusunan buku kopi Arabika Gayo ini merupakan salah satu syarat dalam pengajuan perlindungan Indikasi Geografis untuk kopi Arabika Gayo ke Ditjen HKI “sangat luasnya wilayah yang akan dilindungi menjadikan penyusunan buku ini menjadi sedikit lebih lama, untuk itu perlu adanya masukkan dari seluruh masyarakat, agar buku persyaratan ini bisa sempurna. Karena buku persyaratan indikasi geografis ini merupakan milik masyarakat dataran tinggi Gayo dan saya hanya menyusunnya berdasarkan ketentuan perlindungan indikasi geografis yang berlaku” ujar Aditiawarman.

 

Pendaftaran Perlindungan Indikasi Geografis untuk kopi Arabika Gayo dilakukan secara langsung antara pemohon perlindungan IG yaitu ketua Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG), Mustafa Ali kepada Ditjen HKI yang pada kesempatan ini diterima oleh Kasi Pemeriksaan Formalitas Indikasi Geografis, Direktorat Merek Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM, Saky Septiono.

Ketua Forum Kopi Aceh (FKA) sekaligus ketua Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG) Mustafa Ali dalam kata sambutannya mengatakan bahwa dengan pendaftaran ini maka perlindungan secara hukum untuk kopi Arabika Gayo dapat segera terwujud dan menjadikan kopi Gayo benar-benar milik masyarakat dataran tinggi Gayo.

Kasi Pemeriksaan Formalitas Indikasi Geografis, Direktorat Merek Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM, Saky Septiono, saat menerima permohonan pendaftaran mengatakan bahwa setelah pendaftaran ini maka buku persyaratan tersebut akan diperiksa oleh tim indikasi geografis Ditjen HkI dan setelah itu akan ada verifikasi subtantif oleh tim Indikasi Geografis Nasional.

Ketua tim Indikasi Geografis Nasional dan sekaligus peneliti dari ICCRI, Surip Mawardi, mengatakan bahwa selama 9 tahun adanya indikasi geografis di Indonesia, hanya ada satu komoditi yang baru dilindungi secara indikasi geografis, yaitu kopi Kintamani Bali. Untuk itu sangat diharapkan kepada Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG) untuk benar-benar serius dalam proses mendapatkan perlindungan ini, baik itu menjaga mutu kopi dan juga adanya keterunutan untuk setiap produk kopi yang dihasilkan “Indikasi Geografis hendaknya dipelihara oleh masyarakat Gayo, karena perlindungan kopi Gayo berlaku selamanya, selama mutu dari kopi yang dihasilkan tidak berubah” ujar Surip. (sbarry)



 
     
 
 
     
  :. Berita Sebelumnya  
 
Forum Kakao Aceh - II : Antara Eksistensi & Kesinambungan Forum Kedepan
17:04, Fri, 25/06/2010 | by sbarry |

FORUM KOPI ACEH XVII: Indikasi Geografis Kopi Gayo Harus Dipertahankan
16:39, Fri, 25/06/2010 | by min-sbarry |

Indikasi Geografis Kopi Gayo Resmi Milik Masyarakat Gayo: Diserahkan Langsung oleh Menkum HAM
15:53, Fri, 25/06/2010 | by min |

Musim Panen, Harga Kopi Gayo Turun
14:03, Mon, 26/04/2010 | by min |

Kepala Bappeda Aceh: Program Budidaya Kopi Gayo Harus Diprioritaskan
13:45, Thu, 25/03/2010 | by min |

Pidie Siapkan 125 Ton Cokelat untuk Ekspor
13:06, Tue, 23/03/2010 | by aya |

Hama Cokelat Serang Langkahan dan Cot Girek
13:02, Tue, 23/03/2010 | by |

Aceh Penuhi 80% Produksi Nilam Nasional
07:30, Wed, 03/03/2010 | by c46 |

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10  Selanjutnya
 
     
     
   
     
     
 
Untitled Document
bulettine
 

 


TELAH TERSEDIA:

BUKU PANDUAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN
KOPI ARABIKA GAYO

 PENERBITAN BUKU PANDUAN INI
TERLAKSANA BERKAT KERJASAMA ANTARA:

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
Aceh Partnerships for Economic Development
BAPPEDA PROVINSI NAD
UNDP
Forum Kopi Aceh

Informasi lebih lanjut mengenai Buku Panduan ini, dapat menghubungi :
APED Office:  0651 - 21064

----------------------

 

 

 
bottom
 
 
Untitled Document
 
aceh tengah
PNM
 
 
 
 
Aped project menerima sumbangan artikel berupa hasil penelitian, laporan dan sebagainya yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi lokal, ataupun tulisan lain yang berhubungan dengan pengembangan kopi, kakao, karet dan komoditi lainnya. Kirimkan tulisan Anda berserta dengan biodata penulis & foto diri ke email redaksi@aped-project.org
 
 
 
   
   
   
   
   
 
   
 
 
aped project@2007