MENU
 
 
9 September, 2010
 
 
Untitled Document
   
 
 
Untitled Document
 
1.jpg
 
 
 
Untitled Document
 
Random HTML "Tak ada satupun di dunia yang bisa dicapai tanpa kemauan keras. Penguasaan setiap keahlian berasal dari kemauan kuat"...--by Wang Yang Ming--
 
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

:. NEWS
 
100 Ton Coklat Siap Diekspor Perdana
08 January 2010 Jam 16:30

Sedikitnya 100 ton coklat asal Kabupaten Pidie, telah dipersiapkan untuk diekspor ke Malaysia melalui Pelabuhan Kruenggeukueh, Aceh Utara, pertengahan bulan ini. Seluruh komoditas sudah dikemas dan siap dikirim untuk pertama kalinya. Ketua Forum Kakao Aceh (FKA), Hamzah Abdullah di Sigli, Kamis (7/1) menyatakan, harga coklat siap ekspor mulai membaik dari harga sebelumnya Rp 24.000 kini menjadi Rp 25.500 per kg, karena meningkatnya permintaan di pasar dunia. Diharapkan ekspor perdana dari Pidie tidak ada kendala.

Ia mengatakan, saat ini Pidie memiliki gedung pengolahan coklat menampung sekitar 7.000 petani coklat di seluruh Pidie dan Pidie Jaya. Bahkan setelah ada mesin pengolah, pihaknya juga merekrut puluhan tenaga kerja untuk pengolah komoditi yakni kaum perempuan di sekitar Beureunuen tempat gedung pengolah berada.

Menurut Hamzah, menurunnya produksi di Aceh, karena akibat musim hujan yang terlalu lama, sehingga banyak bunga coklat yang gugur. Pada saat musim hujan dan kemarau, tanaman coklat tidak bisa berproduksi maksimal, karena pada musim itu bunga-bunga baru tumbuh banyak yang gugur, sehingga buahnya jarang.

Tapi, ia memperkirakan, setelah musim berganti, produksi coklat petani Aceh bakal maksimal, karena musim hujan telah berlalu. Hamzah menyatakan, pasaran coklat di tingkat dunia sekarang ini sudah mulai membaik, khususnya di Amerika Serikat yang merupakan pangsa pasar paling besar. Disebutkan, sejumlah industri makanan di Amerika Serikat kini mulai aktif kembali, setelah sempat terhenti akibat krisis ekonomi yang melanda negara adi daya itu pada awal September 2008. Hamzah menyatakan, pihaknya yang bekerjasama dengan Amajaro, eksportir kakao internasional, telah mengekspor coklat ke Amerika sejak September 2008 hingga akhir Januari 2009 sebanyak 2.000 ton. Sedangkan asal Pidie ini yang perdana.

Membaiknya pasaran kakao akan berpengaruh dengan semakin bergairahnya masyarakat di Aceh untuk mengembangkan dan memelihara tanaman coklat, karena mampu meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan mereka. Luas tanaman coklat di provinsi Aceh saat ini mencapai 40 ribu hektare dan yang paling luas terdapat di kawasan pantai utara dan timur, seperti kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, dan kabupaten Bireuen.

 Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Pidie, H Said Mulyadi SE menambahkan pihaknya akan meminta kepada pemerintah pusat dan provinsi untuk membantu dana pengembangan coklat di Pidie. “Ini adalah langkah awal yang patut dihargai dari Pidie kalau dapat berhasil ekspor coklat,” katanya. Dalam waktu dekat, katanya pihaknya juga akan menggelar pelatihan pengolahan kepada petani coklat di seluruh Pidie yang mendatangkan ahli coklat dari luar daerah. “Kita harapkan semua ini berjalan lancar,” ujar Said Mulyadi.(serambi/8/01/10-aya)


 
     
 
 
     
  :. Berita Sebelumnya  
 
Forum Kakao Aceh - II : Antara Eksistensi & Kesinambungan Forum Kedepan
17:04, Fri, 25/06/2010 | by sbarry |

FORUM KOPI ACEH XVII: Indikasi Geografis Kopi Gayo Harus Dipertahankan
16:39, Fri, 25/06/2010 | by min-sbarry |

Indikasi Geografis Kopi Gayo Resmi Milik Masyarakat Gayo: Diserahkan Langsung oleh Menkum HAM
15:53, Fri, 25/06/2010 | by min |

Musim Panen, Harga Kopi Gayo Turun
14:03, Mon, 26/04/2010 | by min |

Kepala Bappeda Aceh: Program Budidaya Kopi Gayo Harus Diprioritaskan
13:45, Thu, 25/03/2010 | by min |

Pidie Siapkan 125 Ton Cokelat untuk Ekspor
13:06, Tue, 23/03/2010 | by aya |

Hama Cokelat Serang Langkahan dan Cot Girek
13:02, Tue, 23/03/2010 | by |

Aceh Penuhi 80% Produksi Nilam Nasional
07:30, Wed, 03/03/2010 | by c46 |

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10  Selanjutnya
 
     
     
   
     
     
 
Untitled Document
bulettine
 

 


TELAH TERSEDIA:

BUKU PANDUAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN
KOPI ARABIKA GAYO

 PENERBITAN BUKU PANDUAN INI
TERLAKSANA BERKAT KERJASAMA ANTARA:

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
Aceh Partnerships for Economic Development
BAPPEDA PROVINSI NAD
UNDP
Forum Kopi Aceh

Informasi lebih lanjut mengenai Buku Panduan ini, dapat menghubungi :
APED Office:  0651 - 21064

----------------------

 

 

 
bottom
 
 
Untitled Document
 
aceh tengah
PNM
 
 
 
 
Aped project menerima sumbangan artikel berupa hasil penelitian, laporan dan sebagainya yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi lokal, ataupun tulisan lain yang berhubungan dengan pengembangan kopi, kakao, karet dan komoditi lainnya. Kirimkan tulisan Anda berserta dengan biodata penulis & foto diri ke email redaksi@aped-project.org
 
 
 
   
   
   
   
   
 
   
 
 
aped project@2007