MENU
 
 
9 September, 2010
 
 
Untitled Document
   
 
 
Untitled Document
 
8.jpg
 
 
 
Untitled Document
 
Random HTML “Your dreams can be realities. They are the stuff that leads us through life toward great happiness”..--by Deborah Norville--
 
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

:. NEWS
 
EKSPOR GETAH ALAM ACEH 250 TON
26 January 2010 Jam 15:09

Realisasi volume ekspor getah alam Aceh pada 2009 mencapai 250 ton (266.666 dolar Amerika Serikat) atau mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan 2008 yang hanya 12,6 ton (17.726 dolar).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, Cipta Hunai di Banda Aceh, Sabtu, menyatakan, ekspor getah diharapkan menjadi salah satu andalan daerah masa mendatang karena potensinya cukup besar di Aceh.

Pasar utama getah alam Aceh di luar negeri selama ini Penang, Malaysia dan semua komoditas tersebut diekspor melalui pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa oleh CV. Gresa.

Dikatakan, meskipun perkembangan karet sintesis berkembang pesat, namun permintaan getah di luar negeri akan tetap membaik, sehingga para eksportir perlu memperluas pasar baru.

Cipta Hunai menyatakan, potensi lahan perkebunan karet masih sangat luas di Aceh dan besar peluang investasi bagi pengembangannya di masa mendatang.

Sentra perkebunan karet di Aceh terdapat di 15 kabupaten yang luasnya mencapai belasan ribu hektare dan yang terluas terdapat di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Barat.

Menurut dia, potensi lahan bagi pengembangan tanaman karet di provinsi yang dilanda bencana alam gempa bumi dan tsunami dahsyat pad 26 Desember itu mencapai 36 ribu hektare.

Forum Karet Aceh (FKA) akan berusaha meningkatkan pangsa pasar karet Aceh ke luar negeri, menyusul dibukanya jalur ekspor langsung dari pelabuhan Krueng Geukueuh, Kabupaten Aceh Utara.

Ketua FKA T. Bustami Puteh menyatakan mendukung masuknya kapal konteiner ke Krueng Geukueh, sehingga pengusaha dan eksportir karet Aceh bisa mencari pasar baru di luar negeri.

Dengan adanya difungsikannya pelabuhan dengan kapal konteiner itu, maka eksportir Aceh tidak lagi bergantung dari pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

"Kalau di Aceh sudah ada kapal masuk, maka ekspor karet dapat dilakukan melalui pelabuhan ini, sehingga perekonomian di daerah akan lebih berkembang lagi," katanya.

Bustami menyatakan, sebenarnya ekspor getah alam Aceh lebih banyak lagi tapi tidak terdata, karena pengirimannya dilakukan mellaui pelabuhan Belawan.

Komoditi karet Aceh selama ini diekspor ke Jepang, Eropa dan Malaysia. Pengusaha mampu memenuhi permintaan pasar sesuai pontensi yang tersedia di daerah tersebut.

Dari segi peluang pemasaran, katnya masih cukup besar karena kebutuhan karet dunia terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi.

"Semakin maju suatu negara akan semakin banyak pula kebutuhan yang diperlukan karena karet alam belum mampu dikalahkan dengan karet sintesis. Jadi, pemesarannya relatif mudah," katanya. (U.H011/(Antara)


 
     
 
 
     
  :. Berita Sebelumnya  
 
Forum Kakao Aceh - II : Antara Eksistensi & Kesinambungan Forum Kedepan
17:04, Fri, 25/06/2010 | by sbarry |

FORUM KOPI ACEH XVII: Indikasi Geografis Kopi Gayo Harus Dipertahankan
16:39, Fri, 25/06/2010 | by min-sbarry |

Indikasi Geografis Kopi Gayo Resmi Milik Masyarakat Gayo: Diserahkan Langsung oleh Menkum HAM
15:53, Fri, 25/06/2010 | by min |

Musim Panen, Harga Kopi Gayo Turun
14:03, Mon, 26/04/2010 | by min |

Kepala Bappeda Aceh: Program Budidaya Kopi Gayo Harus Diprioritaskan
13:45, Thu, 25/03/2010 | by min |

Pidie Siapkan 125 Ton Cokelat untuk Ekspor
13:06, Tue, 23/03/2010 | by aya |

Hama Cokelat Serang Langkahan dan Cot Girek
13:02, Tue, 23/03/2010 | by |

Aceh Penuhi 80% Produksi Nilam Nasional
07:30, Wed, 03/03/2010 | by c46 |

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10  Selanjutnya
 
     
     
   
     
     
 
Untitled Document
bulettine
 

 


TELAH TERSEDIA:

BUKU PANDUAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN
KOPI ARABIKA GAYO

 PENERBITAN BUKU PANDUAN INI
TERLAKSANA BERKAT KERJASAMA ANTARA:

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
Aceh Partnerships for Economic Development
BAPPEDA PROVINSI NAD
UNDP
Forum Kopi Aceh

Informasi lebih lanjut mengenai Buku Panduan ini, dapat menghubungi :
APED Office:  0651 - 21064

----------------------

 

 

 
bottom
 
 
Untitled Document
 
aceh tengah
PNM
 
 
 
 
Aped project menerima sumbangan artikel berupa hasil penelitian, laporan dan sebagainya yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi lokal, ataupun tulisan lain yang berhubungan dengan pengembangan kopi, kakao, karet dan komoditi lainnya. Kirimkan tulisan Anda berserta dengan biodata penulis & foto diri ke email redaksi@aped-project.org
 
 
 
   
   
   
   
   
 
   
 
 
aped project@2007