MENU
 
 
9 September, 2010
 
 
Untitled Document
   
 
 
Untitled Document
 
6.jpg
 
 
 
Untitled Document
 
Random HTML “Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great”...--by Goethe--
 
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

:. NEWS
 
Aceh Penuhi 80% Produksi Nilam Nasional
03 March 2010 Jam 07:30

Volume produksi minyak nilam Indonesia ternyata merupakan yang terbesar di dunia. Dari total kebutuhan 1.900 ton per tahun, Indonesia mampu memasok sebanyak 1.700 ton, atau sekitar 89 persennya. Menariknya lagi, 80 persen dari total produksi nilam Indonesia itu ternyata berasal dari Aceh.

Hal itu diungkapkan Project Manager Organization for Industrial Spirit Cuntural Advancement (OISCA-Internasional), Syafruddin Chan kepada Serambi, Kamis (25/2), saat acara penyerahan bantuan lima ketel stainless kepada kelompok tani nilam di Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Informasi tersebut mengacu pada data yang disampaikan Payan Bertrand --perusahaan parfum ternama di Prancis--.

Tidak hanya itu, disebutkan juga bahwa dari hasil penelitian, kualitas nilam Aceh merupakan yang terbaik di Indonesia. Namun karena penanganan dalam pengolahannya masih kurang baik, menyebabkan kadar mutu nilam Aceh menjadi turun. “Saat ini nilam Aceh kualitasnya terbagus. Ini berdasarkan hasil penelitian,” kata Chan.

Di Indonesia ada beberapa daerah lain yang juga menghasilkan nilam, diantaranya seperti Bogor dan Makassar. Namun dari sisi kualitas, dia katakan masih kalah bila dibandingkan dengan nilam yang dihasilkan di Aceh. “Di Aceh sendiri, kualitas nilam terbaik ada di Aceh Utara, khususnya di Kecamatan Sawang dan Nisam Antara. Daerah penghasil nilam lainnya yaitu Aceh Jaya dan Aceh Selatan,”sebut Chan.

Tetapi, penanganan dalam pengolahan nilam yang dilakukan petani di Aceh masih kurang baik. Petani nilam di Aceh umumnya melakukan penyulingan dengan menggunakan drum bekas sehingga berakibat pada turunnya kualitas nilam. Harganyapun secara otomatis menjadi menurun. “Makanya diperlukan ketel stainless. Dengan teknik tertentu, maka kualitas bisa sangat baik dan minyak nilam jauh lebih jernih,” jelas Syafruddin Chan. Lima ketel stainless penyulingan ini akan diberikan untuk masyarakat Nisam dan Sawang.

Para petani ini selanjutnya akan dibina oleh CV Wira Karya, terutama menyangkut teknik pengolahan minyak nilam dan lain sebagainya. CV Wira Karya ini juga membuka akses pasar ke dunia internasional dengan menjualnya ke perusahaan Payan Bertrand. “Harga jual bisa jauh lebih mahal. Saat ini misalnya, harga jual ditingkat petani hanya Rp 300.000 per kilogram, sedangkan CV Wira Karya bisa membeli dengan harga Rp 330.000 per kilogram karena sudah memiliki pembeli di luar negeri. Kita harap ke depan petani nilam menjadi lebih sejahtera,” ucap Syafruddin Chan.(c46/Serambi-28/02/10)


 
     
 
 
     
  :. Berita Sebelumnya  
 
Forum Kakao Aceh - II : Antara Eksistensi & Kesinambungan Forum Kedepan
17:04, Fri, 25/06/2010 | by sbarry |

FORUM KOPI ACEH XVII: Indikasi Geografis Kopi Gayo Harus Dipertahankan
16:39, Fri, 25/06/2010 | by min-sbarry |

Indikasi Geografis Kopi Gayo Resmi Milik Masyarakat Gayo: Diserahkan Langsung oleh Menkum HAM
15:53, Fri, 25/06/2010 | by min |

Musim Panen, Harga Kopi Gayo Turun
14:03, Mon, 26/04/2010 | by min |

Kepala Bappeda Aceh: Program Budidaya Kopi Gayo Harus Diprioritaskan
13:45, Thu, 25/03/2010 | by min |

Pidie Siapkan 125 Ton Cokelat untuk Ekspor
13:06, Tue, 23/03/2010 | by aya |

Hama Cokelat Serang Langkahan dan Cot Girek
13:02, Tue, 23/03/2010 | by |

Aceh Penuhi 80% Produksi Nilam Nasional
07:30, Wed, 03/03/2010 | by c46 |

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10  Selanjutnya
 
     
     
   
     
     
 
Untitled Document
bulettine
 

 


TELAH TERSEDIA:

BUKU PANDUAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN
KOPI ARABIKA GAYO

 PENERBITAN BUKU PANDUAN INI
TERLAKSANA BERKAT KERJASAMA ANTARA:

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
Aceh Partnerships for Economic Development
BAPPEDA PROVINSI NAD
UNDP
Forum Kopi Aceh

Informasi lebih lanjut mengenai Buku Panduan ini, dapat menghubungi :
APED Office:  0651 - 21064

----------------------

 

 

 
bottom
 
 
Untitled Document
 
aceh tengah
PNM
 
 
 
 
Aped project menerima sumbangan artikel berupa hasil penelitian, laporan dan sebagainya yang berhubungan dengan pembangunan ekonomi lokal, ataupun tulisan lain yang berhubungan dengan pengembangan kopi, kakao, karet dan komoditi lainnya. Kirimkan tulisan Anda berserta dengan biodata penulis & foto diri ke email redaksi@aped-project.org
 
 
 
   
   
   
   
   
 
   
 
 
aped project@2007